Bladsye
▼
Woensdag 04 September 2013
THE BANGBANG CLUB
THE BANGBANG CLUB

The BangBang Club adalah salah satu dari banyak film perdana di Toronto International Film Festival yang di sutradarai oleh Steven Silver serta di bintangi oleh Greg Marinovich (Ryan Phillippe), Kevin Carter (Taylor Kitsch), Ken Oosterbroek (Frank Rautenbach) dan Joao Silva (Neels Van Jaarsveld)
The BangBang Club ialah sebutan yang diberikan media internasional kepada empat jurnalis foto asal Arika Selatan, Greg Marinovich, Kevin Carter, Ken Oosterbroek, dan Joao Silva, karena keberanian dan kenekatan mereka untuk turun dan meliput langsung ke berbagai wilayah konflik di negara tersebut pada tahun 1990 hingga 1994.
Mereka menghadirkan gambar-gambar yang kemudian membuka pedihnya nasib masyarakat Afrika Selatan di masa peperangan antar suku yang hampir tidak mendapatkan perhatian dari belahan dunia lain, dengan Marinovich dan Carter kemudian memenangkan Pulitzer untuk dua karya foto bersejarah yang mereka hasilkan.

Film ini menghadirkan perjalanan karir keempat foto jurnalis tersebut sebagai sebuah film aksi yang dipenuhi dengan banyak adegan-adegan menegangkan film ini pun menceritakan bagaimana seorang jurnalis mendapatkan sebuah foto sehingga foto-foto mereka bisa mempengaruhi orang-orang dari belahan dunia lain, film inipun memberikan kita sebuah pengetahuan bahwa seorang jurnalis memang benar-benar harus siap dengan keadaan yang mereka hadapi saat mereka meliput atau memotret sebuah berita, karena berita yg mereka liput itu akan menjadi bahan pembincangan dan perhatian dari semua orang termasuk dari pemerintahan, dan nyawa seorang jurnalis memang bisa menjadi taruhan pada saat mereka berusaha untuk memberikan berita yang sebenar-benarnya.
Dan berita atau foto yang telah mereka dapat untuk kemudian di bagikan kepada masyarakat banyak tentu mempunyai arti sendiri, seperti foto Greg Marinovich dan Kevin Carter yang berusaha untuk memberitahu arti dari foto itu bahwa dampak dari perselisihan antar dua suku di Afrika selatan itu ialah banyak nyawa yang melayang dan banyak pula anak kecil yang kelaparan mereka kehilangan masa kecil mereka karena adanya perselisihan dan peperangan yang padahal mereka tidak tau apa salah mereka.


Maandag 17 Junie 2013
UNIGA ITU...
Kita intip dikit yukks
tentang UNIGA (Universitas Garut)

Universitas Garut, adalah perguruan
tinggi swasta di Garut, Indonesia, yang berdiri
pada tahun 1998. Dengan Rektor pertama adalah Prof. Drs. R. H. Muchtar Affandi.
Fakultas
- Program Pascasarjana konsentrasi Administrasi Negara dan Manajemen Pendidikan Islam
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Teknik
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
- Fakultas Pertanian
- Fakultas Agama Islam
- Fakultas Ilmu Komunikasi

SEJARAH
SINGKAT UNIVERSITAS GARUT
Sejarah berdirinya Universitas Garut dimulai pada
tahun 1975, dimana pada waktu itu tokoh Pendidikan asal Garut yaitu Prof. K.H.
Anwar Musaddad (alm) (pendiri dan rektor pertama IAIN /UIN Sunan Gunung Jati
Bandung) melihat bahwa Garut sebagai suatu Kabupaten yang cukup besar, yang
tengah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam bidang pembangunan belum
mempunyai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang mampu mengakomodasi keperluan
masyarakat Garut akan pendidikan yang semakin tinggi. Untuk itu beliau
mendirikan perguruan tinggi yang dikelola oleh sebuah yayasan yaitu Yayasan
Perguruan Tinggi Garut yang diberi nama Sekolah Tinggi Ilmu Kemasyarakatan
(STIK) dengan 1 program studi yaitu Kesejahteraan Sosial.
Berkat perjuangan yang cukup keras dari para pengelola
perguruan tinggi tersebut, dan dengan meningkatnya pula kebutuhan akan
pendidikan tinggi oleh masyarakat Garut, maka dilakukan penambahan program
studi baru, yaitu Ilmu Administrasi dan Pekerja Sosial Medik Pada tahun 1991
Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dengan
program studi Manajemen dan Akuntansi.
Selanjutnya Pada tahun 1996 didirikan program
Pascasarajana dengan jurusan Ilmu Administrasi, konsentrasi Administrasi
Negara. Kemudian pada tahun 1997, Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan
Fakultas Agama Islam dengan program studi Kependidikan Islam, Pendidikan Agama
Islam serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Garut sebagai Kabupaten yang
sebagaian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, memberikan peluang
untuk pendirian sebuah lembaga pendidikan tinggi pertanian.
Pada tahun 1992, Yayasan Gilang Kencana yang juga
mengelola pendidikan dasar menengah, mendirikan Sekolah Tinggi Pertanian Gilang
Kencana Garut, yang mempunyai 2 program studi yaitu budidaya pertanian studi
peternakan. Sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan akan pendidikan
tinggi yang dirasakan oleh masyarakat Garut.
Pada tahun 1996 berdiri pula dua buah perguruan tinggi
dibawah pengelolaan Yayasan Prima Garut yaitu Sekolah Tinggi Farmasi dan
Akademi Tekstil. Guna mewujudkan cita-cita masyarakat Garut akan berdirinya
Universitas Garut, tiga Yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta tersebut
di atas; Yayasan Perguruan Tinggi Garut, Yayasan Perguruan Prima dan Yayasan
Gilang Kencana telah sepakat untuk bergabung dalam satu wadah yakni: Yayasan
Universitas Garut (YUNGA) yang berdiri dengan akta notaris Yayah Kusnariah, SH
Nomor 7 tanggal 15 Juli 1997. Yayasan ini berfungsi sebagai penyelenggara
Universitas Garut.
NIKMATNYA KULINER KHAS GARUT YAMMMMMIIIII .....
Garut itu
ga hanya indah oleh semua pariwisata serta pemandangan yang di miliki Garut ga
hanya kreatif dan inovatif dari segi keseniannya, Garut juga punya makanan khas
yang ga galah enaknya dan pastinya enak bener..

Kuliner khas Garut memiliki khas masing-masing, seperti Ladu
Malangbong dengan teksturnya yang sedikit kasar, tetapi jika sudah digigit Ladu
ini kenyal, Ladu Malangbong berbahan dasar dari beras ketan. Sedangkan dodol
Garut yang juga kenyal memiliki sensasi berbeda karena varian rasa yang banyak
dan rasa manis yang legit ini berbahan dasar gula merah. Chocodot sendiri
merupakan singkatan dari chocolate Dodol Garut dimana chocolate yang didalamnya
berisi dodol ini dibuat dan diproduksi oleh penduduk asli Garut dan hanya di
kota inilah anda dapat menemukan chocodot yang asli. Varian chocolate dodol
Garut ini beragam dan unik, ada chocodot anti galau, chocodot tolak miskin,
chocodot anti alay, dan masih banyak varian chocodot yang diambil dari
kata-kata remaja sekarang. Emplod (Endog Lawu) merupakan cemilan khas Garut
yang sederhana dengan rasa yang khas, emplod ini terbuat dari singkong yang
diberi bumbu tradisional makanan ringan ini sudah cukup lama ada dan menjadi
salah satu kuliner popular khas Garut. Yang berbeda dari Emplod Garut
juga memiliki makanan ringan berupa Dorokdok dan kerupuk kulit, panganan ini
memiliki kesamaan yang hampir sama akan tetapi sebenarmya berbeda. Untuk
kerupuk kulit berbahan dasar kulit kerbau yang diberi bumbu ketumbar, bawang
putih, kunir, asam Jawa dan gula merah. Sedangkan dorokdok terbuat dari kulit
sapi pilihan yang direbus, dan dijemur yang kemudian menjadi kulit yang siap
untuk digoreng. Harga Dorokdok dan kerupuk kulit sangatlah terjangkau berkisar
antara Rp. 8.000-Rp. 12.000 anda sudah bisa membawa makanan ringan ini untuk
dijadikan oleh-oleh.

Garut memang memiliki banyak kuliner khas yang juga sudah
menjadi icon tersendiri untuk kota Intan ini, akan tetapi belum banyak
acara kuliner yang diadakan oleh Garut. Terhitung semenjak hari kemerdekaan
negara Indonesia Garut baru mengadakan acara kuliner beberapa kali saja. Pada
tahun 2012 kemarin Garut mengadakan sebuah acara Gebyar Garut Festival dimana
dalam rangkaian acara tersebut tersemat acara Garut Food Festival (GFF),
beberapa elemen yang terkait dengan bidang makanan khas tradisional Garut
ikutan didalam acara ini. Meski demikian tidak menutup kemungkinan banyak juga
makanan-makanan tradisional dari kota lain yang ada di acara GFF ini. Dalam
acara GFF ini banyak terdengar kabar bahwa harga makanan, dan porsi yang
disajikan tidak sesuai. Para pengunjung pun menyayangkan banyak pedagang
yang tidak mencantumkan harga pada menu, hal ini jelas melanggar UU No 8/1999
tentang “Perlindungan Konsumen Pasal 8 dan 9 bahwa pedagang kuliner harus
mencantumkan daftar menu lengkap dengan harganya.
Masih di tahun 2012 daerah Limbangan Garut mengadakan acara
yang bertemakan ‘Penguatan Ekonomi KerakyatanMenuju Garut Bangkit dan
Sejahtera. Dalam acara ini banyak para pebisnis dibidang kuliner yang membuka
stand, akan tetapi karena kurangnya peminat yang dating para pebisnis pun
mengeluhkandagangannya yang tersisabanyak. Selain bazar dan acara hiburan
berupa lomba karaoke, panitia juga mengadakan seminar yang menghadirkan
pembicara antara lain Ketua DPRD Garut, Asda 1, Kepala BPS, Kepala Bappeda, dan
beberapa tokoh masyarakat Garut.
Beranjak menuju tahun 2013, Garut akan mengadakan event besar
yang bertajuk ‘Garut Bike Week 2013’ dalam acara ini panitia mengangkat tema Big
Ride, Big Mission, Big Unity, dengan konsep memadukan promosi pariwisata,
dan budaya local dengan hobi bermotor. Acara yang akan digelar pada bulan Mei
2013 ini merupakan rangkaian acara dalam memperingati Harkitnas 2013, dan hari
jadi kedua abad Garut (1883-2013). Garut Bike Week 2013 merupakan acara
berskala nasional bahkan Internasional karena didalamnya terdapat beberapa club
pendukung yang bercitrakan kebersamaan serta kepedulian sosial. Adapun beberapa
rangkaian acara yang akan digelar berupa‘Main Program’meliputi para Bikers
Touring (dari daerah asal masing-masing), City Ridding& Rolling
Thunder, National Pledge, Charity Program, serta penyerahan plakat kepada
para club partisipan. ‘Secondary Program’akan diadakan Opening Ceremony,
Entertainment (Guest Star), Exhibition, Festival Kuliner, Garut Expo,
Moge Games (photography/babe+bike, Wet T-Shirt Competition, Fun Games),
dan Motorcycle Games: free style. Dan puncak acara yaitu‘Charity
Program telah diagendakan, bantuan social berupa pembangunan tempat ibadah,
pemberdayaan anak-anak jalanan, sumbangan pelana kuda pada delman, sumbangan
helm untuk penarik ojek, sumbangan perbaikan jalan, serta sumbangan
pengembangan ternak domba serta kuliner tradisional khas Garut. Para pengisi
stand festival kuliner yang merupakan pebisnis kuliner berharap agar acara ini
dapat membuat mereka untung besar,tidak seperti saat acara di Limbangan Garut
sebelumnya.

Garut memang memiliki potensi besar untuk mengundang para
wisatawan agar dating dan berwisata di kota Intan ini. Hal tersebut seharusnya
menjadi hal-hal yang dapat dilirik oleh para event organizer yang ada di
Garut untuk mengadakan acara-acara besar yang dapat meningkatkan kunjungan
wisatawan dengan mempromosikan kuliner-kuliner khas Garut yang memang menantang
untukdicicipi. Hal tersebut sangat diharapkan oleh para pebisnis khususnya
dibidang kuliner agar bisnis kuliner mereka dapat dilirik oleh masyarakat luas
diluar Kabupaten Garut untuk dating dan mencicipi kuliner khas kota Intan. (Wanda
A Ramadhan)
INDAHNYA GARUT

Garut itu indah dengan semua kesenian makanan khas tempat pariwisata dan masyarakat Garut banyak bakat-bakat yang di miliki oleh orang Garut yang tidak kalah hebatnya dengan daerah lain , banyak pula daerah daerah di Garut yang memiliki banyak sekali keindahan yang sangat mahal harganya, saya bangga jadi orang Garut saya bangga jadi orang sunda.
Yuukks kita intip selengkapnya tentang kota saya yang indah...
Sekitar 63 Km di tenggara kota Bandung, kita akan tiba di sebuah daerah yang merupakan penyangga dan hitterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya, yakni Garut. Kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang strategis untuk dunia pariwisata di negara Indonesia. Karena terdapat hamparan pegunungan indah dengan berbagai situ atau danau yang menjadi alasan Garut menjuluki dirinya sebagai Swiss van Java. Selain itu Garut menyajikan wisata pantai yang juga tak kalah indahnya dan wajib untuk dikunjungi.
Babancong adalah sebutan nama suhunan rumah adat Sunda yang menjadi icon Garut, di Babancong ini juga mantan presiden RI pertama Ir. Sukarno pernah berpidato dan menyebut Garut sebagai kota Intan, sebutan ini tidak hanya terucap begitu saja, konon dahulu Garut merupakan kota kecil yang tertata rapih dan bersih. Siapa yang mengira bahwa seorang terkenal di mata dunia yaitu ‘Charlie Cahplin’ pernah mengunjungi Garut, Hal tersebut bukanlah hal biasa karena itu menandakan bahwa Garut memang daerah yang dapat memanjakan setiap wisatawan yang datang. Selain dimanjakan oleh tempat-tempat wisatanya, anda akan dimanjakan oleh beberapa yang lain dan merupakan khas dari Garut. Ketika anda berkunjung ke Garut anda dapat menemukan sebuah tempat pengrajin jaket yang berbahan dasar kulit asli dari binatang sapi dan domba, selain itu yang terkenal dari Garut sendiri adalah pemandian air panas yang selalu dipadati oleh para wisatawan maupun penduduk asli Garut. Dimana ada tempat wisata maka disitu anda akan menemukan tempat makan, kuliner di Garut juga sangat terkenal,dari mulai ladu Malangbong, jeruk Garut, Emplod (endoglewo), Burayot, Dodol Garut, Dorokdok/ kerupuk kulit, Chocodot, dan masih banyak lagi kuliner-kuliner yang akan memanjakan lidah anda para wisatawan kota Garut.
Garut sendiri mempunyai pasar tumpah yang dinamakan pasar Ceplak, yang buka pada sore hingga dini hari setiap harinya, mengapa dinamakan pasar Ceplak, ceplak yang mempunyai arti mengeluarkan suara pada saat menyantap makanan. Menurut masyarakat Sunda tata cara makan seperti itu bukanlah hal yang baik merupakan hal yang dilarang karena tidak sopan, meski begitu pasar Ceplak sangat bersejarah bagi wisata kuliner di Garut karena pada tahun 1970-an masyarakat Garut mengalami kesulitan ekonomi karena musim kemarau yang berkepanjangan, pada masa itu makanan sangat sulit ditemui hingga satu ketika masyarakat menemukan sangu Oyek (nasi yang terbuat dari ketela pohon), tekstur nasi Oyek yang keras menjadi bahan perbincangan orang-orang yang sedang menikmatinya sehingga menimbulkan suara Ceplak, dari sejarah itulah pasar ini dinamakan pasar Ceplak hingga saat ini.