Garut itu
ga hanya indah oleh semua pariwisata serta pemandangan yang di miliki Garut ga
hanya kreatif dan inovatif dari segi keseniannya, Garut juga punya makanan khas
yang ga galah enaknya dan pastinya enak bener..

Kuliner khas Garut memiliki khas masing-masing, seperti Ladu
Malangbong dengan teksturnya yang sedikit kasar, tetapi jika sudah digigit Ladu
ini kenyal, Ladu Malangbong berbahan dasar dari beras ketan. Sedangkan dodol
Garut yang juga kenyal memiliki sensasi berbeda karena varian rasa yang banyak
dan rasa manis yang legit ini berbahan dasar gula merah. Chocodot sendiri
merupakan singkatan dari chocolate Dodol Garut dimana chocolate yang didalamnya
berisi dodol ini dibuat dan diproduksi oleh penduduk asli Garut dan hanya di
kota inilah anda dapat menemukan chocodot yang asli. Varian chocolate dodol
Garut ini beragam dan unik, ada chocodot anti galau, chocodot tolak miskin,
chocodot anti alay, dan masih banyak varian chocodot yang diambil dari
kata-kata remaja sekarang. Emplod (Endog Lawu) merupakan cemilan khas Garut
yang sederhana dengan rasa yang khas, emplod ini terbuat dari singkong yang
diberi bumbu tradisional makanan ringan ini sudah cukup lama ada dan menjadi
salah satu kuliner popular khas Garut. Yang berbeda dari Emplod Garut
juga memiliki makanan ringan berupa Dorokdok dan kerupuk kulit, panganan ini
memiliki kesamaan yang hampir sama akan tetapi sebenarmya berbeda. Untuk
kerupuk kulit berbahan dasar kulit kerbau yang diberi bumbu ketumbar, bawang
putih, kunir, asam Jawa dan gula merah. Sedangkan dorokdok terbuat dari kulit
sapi pilihan yang direbus, dan dijemur yang kemudian menjadi kulit yang siap
untuk digoreng. Harga Dorokdok dan kerupuk kulit sangatlah terjangkau berkisar
antara Rp. 8.000-Rp. 12.000 anda sudah bisa membawa makanan ringan ini untuk
dijadikan oleh-oleh.

Garut memang memiliki banyak kuliner khas yang juga sudah
menjadi icon tersendiri untuk kota Intan ini, akan tetapi belum banyak
acara kuliner yang diadakan oleh Garut. Terhitung semenjak hari kemerdekaan
negara Indonesia Garut baru mengadakan acara kuliner beberapa kali saja. Pada
tahun 2012 kemarin Garut mengadakan sebuah acara Gebyar Garut Festival dimana
dalam rangkaian acara tersebut tersemat acara Garut Food Festival (GFF),
beberapa elemen yang terkait dengan bidang makanan khas tradisional Garut
ikutan didalam acara ini. Meski demikian tidak menutup kemungkinan banyak juga
makanan-makanan tradisional dari kota lain yang ada di acara GFF ini. Dalam
acara GFF ini banyak terdengar kabar bahwa harga makanan, dan porsi yang
disajikan tidak sesuai. Para pengunjung pun menyayangkan banyak pedagang
yang tidak mencantumkan harga pada menu, hal ini jelas melanggar UU No 8/1999
tentang “Perlindungan Konsumen Pasal 8 dan 9 bahwa pedagang kuliner harus
mencantumkan daftar menu lengkap dengan harganya.
Masih di tahun 2012 daerah Limbangan Garut mengadakan acara
yang bertemakan ‘Penguatan Ekonomi KerakyatanMenuju Garut Bangkit dan
Sejahtera. Dalam acara ini banyak para pebisnis dibidang kuliner yang membuka
stand, akan tetapi karena kurangnya peminat yang dating para pebisnis pun
mengeluhkandagangannya yang tersisabanyak. Selain bazar dan acara hiburan
berupa lomba karaoke, panitia juga mengadakan seminar yang menghadirkan
pembicara antara lain Ketua DPRD Garut, Asda 1, Kepala BPS, Kepala Bappeda, dan
beberapa tokoh masyarakat Garut.
Beranjak menuju tahun 2013, Garut akan mengadakan event besar
yang bertajuk ‘Garut Bike Week 2013’ dalam acara ini panitia mengangkat tema Big
Ride, Big Mission, Big Unity, dengan konsep memadukan promosi pariwisata,
dan budaya local dengan hobi bermotor. Acara yang akan digelar pada bulan Mei
2013 ini merupakan rangkaian acara dalam memperingati Harkitnas 2013, dan hari
jadi kedua abad Garut (1883-2013). Garut Bike Week 2013 merupakan acara
berskala nasional bahkan Internasional karena didalamnya terdapat beberapa club
pendukung yang bercitrakan kebersamaan serta kepedulian sosial. Adapun beberapa
rangkaian acara yang akan digelar berupa‘Main Program’meliputi para Bikers
Touring (dari daerah asal masing-masing), City Ridding& Rolling
Thunder, National Pledge, Charity Program, serta penyerahan plakat kepada
para club partisipan. ‘Secondary Program’akan diadakan Opening Ceremony,
Entertainment (Guest Star), Exhibition, Festival Kuliner, Garut Expo,
Moge Games (photography/babe+bike, Wet T-Shirt Competition, Fun Games),
dan Motorcycle Games: free style. Dan puncak acara yaitu‘Charity
Program telah diagendakan, bantuan social berupa pembangunan tempat ibadah,
pemberdayaan anak-anak jalanan, sumbangan pelana kuda pada delman, sumbangan
helm untuk penarik ojek, sumbangan perbaikan jalan, serta sumbangan
pengembangan ternak domba serta kuliner tradisional khas Garut. Para pengisi
stand festival kuliner yang merupakan pebisnis kuliner berharap agar acara ini
dapat membuat mereka untung besar,tidak seperti saat acara di Limbangan Garut
sebelumnya.

Garut memang memiliki potensi besar untuk mengundang para
wisatawan agar dating dan berwisata di kota Intan ini. Hal tersebut seharusnya
menjadi hal-hal yang dapat dilirik oleh para event organizer yang ada di
Garut untuk mengadakan acara-acara besar yang dapat meningkatkan kunjungan
wisatawan dengan mempromosikan kuliner-kuliner khas Garut yang memang menantang
untukdicicipi. Hal tersebut sangat diharapkan oleh para pebisnis khususnya
dibidang kuliner agar bisnis kuliner mereka dapat dilirik oleh masyarakat luas
diluar Kabupaten Garut untuk dating dan mencicipi kuliner khas kota Intan. (Wanda
A Ramadhan)
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking