
Garut itu indah dengan semua kesenian makanan khas tempat pariwisata dan masyarakat Garut banyak bakat-bakat yang di miliki oleh orang Garut yang tidak kalah hebatnya dengan daerah lain , banyak pula daerah daerah di Garut yang memiliki banyak sekali keindahan yang sangat mahal harganya, saya bangga jadi orang Garut saya bangga jadi orang sunda.
Yuukks kita intip selengkapnya tentang kota saya yang indah...
Sekitar 63 Km di tenggara kota Bandung, kita akan tiba di sebuah daerah yang merupakan penyangga dan hitterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya, yakni Garut. Kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang strategis untuk dunia pariwisata di negara Indonesia. Karena terdapat hamparan pegunungan indah dengan berbagai situ atau danau yang menjadi alasan Garut menjuluki dirinya sebagai Swiss van Java. Selain itu Garut menyajikan wisata pantai yang juga tak kalah indahnya dan wajib untuk dikunjungi.
Babancong adalah sebutan nama suhunan rumah adat Sunda yang menjadi icon Garut, di Babancong ini juga mantan presiden RI pertama Ir. Sukarno pernah berpidato dan menyebut Garut sebagai kota Intan, sebutan ini tidak hanya terucap begitu saja, konon dahulu Garut merupakan kota kecil yang tertata rapih dan bersih. Siapa yang mengira bahwa seorang terkenal di mata dunia yaitu ‘Charlie Cahplin’ pernah mengunjungi Garut, Hal tersebut bukanlah hal biasa karena itu menandakan bahwa Garut memang daerah yang dapat memanjakan setiap wisatawan yang datang. Selain dimanjakan oleh tempat-tempat wisatanya, anda akan dimanjakan oleh beberapa yang lain dan merupakan khas dari Garut. Ketika anda berkunjung ke Garut anda dapat menemukan sebuah tempat pengrajin jaket yang berbahan dasar kulit asli dari binatang sapi dan domba, selain itu yang terkenal dari Garut sendiri adalah pemandian air panas yang selalu dipadati oleh para wisatawan maupun penduduk asli Garut. Dimana ada tempat wisata maka disitu anda akan menemukan tempat makan, kuliner di Garut juga sangat terkenal,dari mulai ladu Malangbong, jeruk Garut, Emplod (endoglewo), Burayot, Dodol Garut, Dorokdok/ kerupuk kulit, Chocodot, dan masih banyak lagi kuliner-kuliner yang akan memanjakan lidah anda para wisatawan kota Garut.
Garut sendiri mempunyai pasar tumpah yang dinamakan pasar Ceplak, yang buka pada sore hingga dini hari setiap harinya, mengapa dinamakan pasar Ceplak, ceplak yang mempunyai arti mengeluarkan suara pada saat menyantap makanan. Menurut masyarakat Sunda tata cara makan seperti itu bukanlah hal yang baik merupakan hal yang dilarang karena tidak sopan, meski begitu pasar Ceplak sangat bersejarah bagi wisata kuliner di Garut karena pada tahun 1970-an masyarakat Garut mengalami kesulitan ekonomi karena musim kemarau yang berkepanjangan, pada masa itu makanan sangat sulit ditemui hingga satu ketika masyarakat menemukan sangu Oyek (nasi yang terbuat dari ketela pohon), tekstur nasi Oyek yang keras menjadi bahan perbincangan orang-orang yang sedang menikmatinya sehingga menimbulkan suara Ceplak, dari sejarah itulah pasar ini dinamakan pasar Ceplak hingga saat ini.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking